yoooooohooo!
tadi adalah hari ke-2 dari acara SAE Institute Open House. tema nya adalah "Audio & Music Day". yaa walaupun gw cuma mengikuti 2 sesi, tapi gw coba menrangkum yang gw inget disini.
Interrelation Audio & Music Industry.
bersama mas Addie MS
gw melewatkan sesi pertama. masuk ke sesi 2, sharing pengalaman yang berharga banget dari mas Addie MS. menurut gw dia orang yang bener-bener sakti, dan cerdas. "ke-gatel-an" tangannya yang menurut gw, beliau bisa sampe seperti sekarang. beliau gak punya pendidikan formal dalam hal musik. buku, buku dan buku adalah makanannya. dia bilang, waktu awal di studio rekaman, beliau mengutak atik mixer dan sound enginer nya hanya bilang hmm boleh" namun pas ke 3 kalinya, sang sound enginer tersebut mengatakan, "kalo saya ikut kamu terus, saya ikut bodoh dong" dari situ lah mas Addie memiliki telad yang kuat untuk membalas dendam kepada seniornya tersebut.
sepulang beliau dari Amerika, membawa banyak buku dan terus terus menggali ilmu. dan akhirnya beliau menggarap album dari Utha Likumahua. beliau juga melakukan eksperimen dari segala macam mic untuk proses rekaman. dari project ini lah semua mas Addie MS yang memegang. dalam arti tidak boleh ada siapapun yang ikut campur tangan didalamnya (masalah sound).
dari beberapa yang gw tangkap, beliau ini sangat sakti. kenapa? karena dia adalah seorang yang memegang semuanya dalam memproduksi sebuah lagu. mulai dari pembuatan lagu sampai kepada sound, mixing dan mastering. baru beberapa tahun belakangan ini lah ia mempercayai sound enginer untuk memixing dan memastering.
untuk live stage/konser, beliau juga orang yang sangat hebat. beliau turut turun tangan ketika menangani sebuah konser. karena di Indonesia belum memiliki tempat music hall layaknya di negara lain miliki. jadi kalo di Indonesia, untuk acara konser orkestra masih harus dibantu dengan mic, tentu aja ini berpengaruh ke dalam sound. dari hal yang kecil, mulai dari penempatan tempat duduk para pemusik, penempatan mic sampai kepada sound sound yang tersebar di sekitar crowd. bagaimana caranya beliau mengusahakan agar suara yang keluar itu nyaman untuk para pendengar. latensi juga sangat diperhatikan.
yang gw catet dari kata katanya sih, beliau ini gak mementingkan suatu merk dari alat, tapi bagaimana SDM nya itu sendiri. jadi mau alat secanggih dan sehebat apapun jika SDM nya gak ngerti apa apa juga akan sama aja. beliau sendiri malah sangat lebih tertarik dengan analog, bukan digital. bisa dibilang, digital adalah musuhnya hahahhaa.. yaa walaupun ia membutuhkan juga.
ok, kayaknya segini aja rangkuman gw tentang sharing bersama mas Addie MS, selanjutnya gw bakal ngerangkum tentang sharing recording session dan sound bersama Pee Wee Gaskins.
(bersambung)
Farhan.