Rabu, 03 Desember 2014

Kisah Gadis Seperapat Gaul

Wanita muda itu bernama Fiwah.

Berasal jauh dari gegap gempita kehidupan ibukota. Fiwah positif melangkahkan kakinya untuk meneruskan petualangan pendidikannya di Jakarta, selepas menelan bangku sekolah menengah atas. Ia sangat sadar bahwa kehidupan di kota pasti berbeda dengan kehidupan yang biasa ia lewati. Dengan dasar itulah Fiwah mulai men-googling apa yang sedang nge-hits di ibukota. Ini bukan tanpa alasan, Fiwah tak mau menjadi sesuatu yang tak sadar fashion ketika memulai petualangannya di ibukota nanti. Smartphone adalah sesuatu hal yang dianggap penting bagi kehidupan di kota. Sadar akan hal tersebut, Fiwah menjual sepatu futsal milik tetangga nya demi membeli smartphone. Untuk melengkapi kebutuhan sandangnya, Fiwah membeli sepatu Dokmar (replika Dr. Marten) dari sebuah toko berbasis online.

Fiwah: Sis.. dokmar nya masih ready gak?
Mimin: masih sis.. free ongkir nich sampe besok..
*3 hari kemudian*
Fiwah: Sis! barangnya sudah mendarat nich, suka bingits dech.. makasih ya~

Singkat cerita, kini Fiwah telah menginjakan kaki nya di bumi Kopaja. Namanya telah terdaftar di salah satu perguruan tinggi catchy di pusat Jakarta. Karena ini kali pertama bagi seorang Fiwah menghirup udara ibukota, Fiwah menikmati seluk beluk Jakarta selama 3 hari. Hal ini juga bukan tanpa alasan, 3 hari berkeliling Jakarta bukan karena ia amat mencintai kota ini, tapi selama 3 hari itulah Fiwah kebingungan mencari alamat rumah sudara nya yang bersedia memberikan kamar gratis untuk Fiwah.

Setahun setelah mempelajari kebiasaan anak muda pada umumnya di kota, Fiwah mencoba hidup dalam hiruk pikuk kejam nya Jakarta. Pertemanan membawa Fiwah menjadi pribadi yang baru. Berbeda ketika Fiwah dahulu, dikenal sebagai wanita pendiam dan penuh inspirasi agak brilliant bagi beberapa sahabatnya. Menjadi penengah kala 2 kelompok di sekolahnya yang bertikai adalah salah satu portfolio tersendiri baginya. Fiwah juga menjadi pencetus sandal kroks sebagai sahabat kaki 2012 dan idenya ini sempat menuai banyak pujian khalayak tua. tak sedikit juga yang meramalkan bahwa Fiwah kelak menjadi sesuatu yang besar di kemudian hari.

Doa dan ramalan buta dari para petuah kini mulai terendus. Dengan bermodalkan sepatu dokmar dan rasa percaya diri yang meletup bagaikan popcorn, ia melesat bak petasan jangwe. Namanya kian nge-hits diantara cabe - cabe-an kampung sebelah kampusnya. Sepak terjang di kampusnya mulai diperhitungkan oleh rekan sejawat di kampus ia bernaung. Dalam hitungan setahun terakhir, Fiwah merubah style fesyen-nya. Hal ini terlihat dari looks nya yang lebih kearah androgini dengan sentuhan slengean ala cabe - cabe-an flanel. Kini, ia menjelma sebagai wanita seperapat gaul. Sesekali (memaksakan) menghisap lintingan tembakau. Tak lupa menahan batuk (akibat tembakau) demi menjaga harga diri di kehidupan sosialita malam para hardworker.

Namun, yang namanya hidup, pastilah menemukan kerikil bebatuan yang mencoba mengaburkan jalan. Pro kontra selalu dimuntahkan oleh beberapa orang yg mengenal Fiwah. Tak jarang ia dicibir tak berharga bagai bakwan warteg. Akan tetapi Fiwah memegang erat kalimat Novus Ordo Seclorum atau lebih dikenal dengan the show must go on.

Dalam percintaan, Fiwah menaruh hati pada pria yg dianggap nya memiliki kemiripan dengan Vince McMahon dalam tokoh di "Smack Down!". Kejar mengejar seonggoh cinta membuat Fiwah menjadi jumawa dan lupa daratan. Hal ini membuat usahanya dalam urusan cinta terbilang melempem. Cinta Fiwah seperti bertepuk sebelah tangan. Fiwah merasa "separuh aku" tak berlaku untuknya bagi sang pujaannya. Fiwah memilih untuk mundur untuk mempergaul dirinya. Ia selalu percaya bahwa karma berlaku, namun bagi yang laku (?).

Fiwah yang selalu merasa terlihat charming, selalu berharap suatu saat ia dapat bergaul dengan banyak teman yang memiliki kelas sosialita diatas rata - rata. Kehidupan Fiwah masih berlanjut hingga nanti. Mimpinya menjadi desainer terkemuka tak akan pernah lapuk walau Slipknot membuat album religi berbahasa Iran.


*kesamaan nama pada tokoh tanpa unsur kesengajaan
Farhan

Sabtu, 22 November 2014

Oh Ternyata, Vinyl..

Beberapa bulan yang lalu, asik ngobrol-ngobrol sama seorang teman yang ternyata sedang "penasaran" dengan hal yang sama. Piringan Hitam atau lebih dikenal dengan Vinyl kini sedang kembali menjamur. Saat itu juga gua mulai "penasaran" dengan kualitas suara yang dihasilkan oleh piringan hitam tersebut. Sebagian orang mungkin berkata kembali menjamurnya rilisan piringan hitam ini hanya sebagai trend yang bakal lewat aja, tapi jauh dari pikiran tersebut, memang kenyataannya kualitas lah yang membuat vinyl kembali diburu.

setelah penasaran, gua coba berjalan - jalan ke tempat yang menjual vinyl. walaupun gua bukan seorang kolektor (bahkan turntable aja gak punya hehe)tapi demi rasa penasaran ini akhirnya gua pergi ke Blok M. Disana banyak yang menjual piringan hitam yang dirilis dari tahun 50-an sampe yang sekarang ini. Setelah gua melihat - lihat, gua pun beranikan buat menyentuh (yaelah haha).

Gua bakal memilih 2 point penting yang mungkin bisa menjawab pertanyaan "mengapa vinyl?". Ok berikut ini 2 point utama "Mengapa Vinyl?" versi gua pribadi.

1. Kualitas Suara
Kualitas suara yang dihasilkan oleh suatu vinyl benar-benar berbeda dari biasa yang didengar lewat rilisan CD atau digital sekalipun. Ok, yang gua bicarakan ini adalah rilisan tahun 70-an kebawah. Dari hasil pendengaran gua, kualitas yang dihasilkan vinyl itu memang benar - benar murni. Jika diibaratkan dengan suatu lukisan, "detail" nya sangat kena. Bisa dibilang bentuk rilisan mendukung karakter dari sebuah karya musik. Jadi kalau ingin membuat suatu karya musik dengan sentuhan vintage, vinyl adalah bentuk rilisan terbaik untuk karya musik anda. Hehe, bukan berarti jenis musik lain gak cocok. Kalo membayangkan rilisan Johnny Horton misalnya, jika kita dengar versi piringan hitam nya akan lebih "asli". dimana detail suara rekamannya pun bakal lebih terasa. tentu esensi nya beda ketika kita mendengarkannya versi CD atau digitalnya.

2. Artwork Cover
Bukan hanya vinyl, dari awal rilisan tape pun gua sangat tertarik pada sampul dari setiap rilisan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa gua suka membeli rilisan fisik dibanding digital. Nah, di rilisan vinyl ini (terutama rilisan tahun 70-an kebawah) memiliki keunikan tersendiri. Mungkin bukan unik yah, tapi lebih kepada menjelaskan. Disana kalian bakal temukan sedikit cerita tentang album / EP mereka, bahkan juga ada yang menuliskan cerita tentang setiap tracknya. Juga dibagian credits, dalam cover piringan hitam kita bakal melihat penjelasan di mana album ini di rekam, mixing dan mastering. Sepintas mungkin terlihat sama seperti rilisan CD sekarang - sekarang ini. Perbedaan tersebut terlihat ketika rilisan sekarang lebih menyederhanakannya. Intinya sih sama, namun dengan pengutaraan yang berbeda.

yak! itulah 2 point yang mungkin bisa menjelaskan "Mengapa sih orang - orang berburu vinyl?" versi gua. Berburu rilisan fisik itu seru. Vinyl adalah suatu bukti bahwa sebuah rilisan karya musik juga memiliki "harga". Jadi, bukan cuma menikmatinya dengan cara mendownload bebas. Hehe tenang kok, gua pribadi juga masih suka download. Jangan lupa, download juga ada yang legal dan ilegal hehe.

sekali lagi, tulisan yang kalian baca ini adalah sesuai apa yang gua lihat dan gua coba utarakan dengan kaca mata gua pribadi, yaa walaupun gua gak memakai kaca mata sih xp.

thank you..
Farhan.

Minggu, 19 Oktober 2014

Melayani dan Melindungi He He

hay! hay!
hay! hay! hay! hay!

Pernah denger slogan, "Melayani dan Melindungi" ? apa tanggapan kalian ketika mendengar slogan itu? haha, ya ya.. Sedikit mau berbagi cerita aja tentang kejadian yang gua alamin beberapa hari yang lalu.

Beberapa hari yang lalu gua sedang asik2nya mendengarkan lagu sambil membawa motor menuju kampus. Saat itu hari Rabu, sekitar jam 11 kurang. Seperti biasa ada beberapa ruas jalan yang dimana terdapat razia rutin oleh para bapak2 polisi yang hampir gagah hehe. Karena hari itu gua lagi gak biasa, karena motor gua lagi di bengkel, jadi gua terpaksa memakai motor bokap. Dan lagi - lagi gua yang gak terbiasa memakai motor lain, gak tau lampu motor ini udah menyala atau belum. Untuk memastikannya, gua pakai lampu jauh yang baru gua aktifkan sekitar jarak 4 meter dari tempat salah satu bapak polisi. Sesuai sama yang gua pikirkan, disuruhlah gua untuk meminggirkan motor. Setelah berbasa basi, dimintanya lah SIM dan STNK. Dengan sombong gua keluarkan lah SIM dan STNK. ternyata ... simnya mati.. ulang, S I M N Y A M A T I ..... habislah.

Di hari itu juga dapat gua saksikan, mungkin itu hal biasa tapi menurut gua itu udah diluar batas wajar sih. Singkatnya apa yang gua tangkap dari kejadian saat itu membuat gua bertanya ragu. kenapa sih mereka begini, kenapa sih kok beda kayak di acara TV? Gua lagi gak sedang berbicara perlakuan mereka terhadap gua. Tapi gua sedang membicarakan apa yang orang lain yang berada di depan gua alamin.

yah semoga aja, di hari yang berbahagia buat rakyat Indonesia ini setelah dilantiknya presiden baru, semua akan menuju Indonesia yang lebih baik. Semuanya berharap menjadi lebih baik. Nah, kalo udah mengharap harus ada usaha terlebih dahulu. apa dong usahanya? salah satunya, memulai dari diri sendiri. jadi kalo kita mengharapkan kebaikan, mulai dari memperbaiki diri sendiri. Lebih sadar dengan hal kecil, seperti buang sampah tepat pada tempatnya. Pake helm jika berkendara. Berkendara dengan sewajarnya. Jangan atraksi naik motor sambil lawan arah, atau naik motor lewat jembatan penyebrangan. Kan konyol. Malu - maluin lu.. hihihi.. kalo udah merasa diri lo baik, bapak - bapak polisi yang hampir gagah tadi juga males memberhentikan kalian.. hehe.

Farhan.

Katanya Bebas & Liar? Tapi Kok ...

Hay!
lama tak menyentuh blog ini, kebetulan gua sedang sibuk2nya ngurus grand prix karambol di Saturnus. hehe. ok kali ini gua bakal membahas tentang brand clothing. lagi lagi yah? haha. entah kenapa gua suka bgt ngomongin brand-brand clothing yang semakin hari semakin rame. engga kok, gua gak akan bahas tentang pakaian dalam pria. ok, dimulai aja..

beberapa bulan lalu, gua sempat mengikuti mata kuliah wajib yang mengharuskan mahasiswa bekerja selama beberapa bulan untuk memenuhi kriteria kelulusan. mata kuliah ini bernama, "Kerja Praktek" atau yang disingkat KP. selama beberapa minggu gua kebingungan akan kemana gua cari tempat magang. akhirnya dengan minim kenalan vendor, gua coba satu persatu. dan dapatlah gua kerja sebagai .. apa yah kalo cuma duduk-duduk, ngurus program promo si vendor tempat gua ini. beberapa hari gua ngobrol dengan bos tempat KP gua ini, gua jadi tau beberapa hal yang sebelumnya gua gak tau. seperti banyaknya brand yang lumayan terkenal dan memproduksi barangnya di vendor - vendor yang tersebar di daerah sini.

selain menjadi vendor, tak sedikit dari mereka yang juga merilis brandnya sendiri. banyaknya brand yang lahir dan tumbuh di vendor sendiri ini gak menjamin mereka bisa menghasilkan sesuatu yang baru. mereka masih terpatok dengan influence atau acuan yang begitu - begitu aja. ok, jika kita bicara tentang konsep dan ide, itu pasti sudah di miliki oleh beberapa brand. tanpa konsep sebuah brand bakal menjadi buta tujuan. mau kemana brand ini? mau kemana konsep desain nya? dll. untuk sekarang, kita gak bakal bicara lebar tentang konsep desain mereka. tapi lebih kepada cara mereka berpromosi.

baru baru ini gua ngeliat ada sebuah brand melakukan promo nya dengan menampilkan model wanita dengan minim pakaian. huwaw.. beberapa orang mungkin bakal tercengang dan seru dengan konsep ini. tapi beberapa orang juga berpikir sebaliknya. singkat cerita mereka menampilkan visual wanita dengan hanya menggunakan pakaian dalam bahkan hanya dengan beberapa tempelan untuk menutupi bagian intimnya. sebuah sorotan penting untuk sebuah brand yang hadir dan tumbuh di daerah dengan ragam budaya nya yang kental serta norma agama yang cukup ketat.

menampilkan wanita sebagai model memang sudah sangat sering kita jumpai. namun apa konsep ini adalah sesuatu yang bakal membuat dagangan lo meledak dan di-gilai para konsumen? kayaknya gak juga. malah konsep ini bakal jadi boomerang buat lo sendiri. kalo ide lo adalah "bebas dan liar", output seperti itu bukan sesuatu jawaban yang "anjir! keren nih!" tapi itu adalah jawaban pintas yg kayaknya lebih ke "males mikir" hehe. di sisi lain, membuat iklan tidak harus merendahkan nilai wanita. stop menjadikan wanita sebagai "penghibur" atau "penghias" dagangan anda. ente mau bikin pakaian dalem mas? huehe.. lagi lagi gua mengingatkan, ini adalah apa yang gua liat secara pandangan gua aja. sedikit banyak juga gua melihat brand yang memakai model wanita untuk mempromokan dagangannya, namun apa yang telah gua liat ini berbeda dengan apa yang ditirukan oleh beberapa brand tadi. menyampingkan nilai estetika dan terfokus dengan apa yang mereka tampilkan, bukan apa yang mereka perjualkan.

selama masih muda, internet yang luas hari ini bakal membantu lo mencari sebuah hal baru. jangan terpatok dengan sebuah pakem yang gitu - gitu aja. jadi lah yang aneh, jadilah yang "apasih" di mata orang. temuin lah sebuah hal yang aneh di mata awam. jangan takut gak laku karena lo aneh, justru karena lo aneh, lo bakal nemuin diri lo sesungguhnya. hehe.

Farhan.

Jumat, 04 Juli 2014

Kampanye di Media Sosial: Keyakinan yang Berlebih atau Harapan yang di Kesampingkan ?

Belakangan ini kita dihadapkan dengan sesutau yang sering dibilang sebagai pesta demokrasi. Namun, apa yang terjadi di masyarakat hari ini? mungkin kita sedikit sekali melihat rasa toleransi terhadap perbedaan pendapat. Semua saling serang, saling tusuk dan apapun yang mereka katakan tidak jarang dengan inti untuk menjatuhkan.

Hampir seluruh lapisan masyarakat merayakan pesta demokrasi ini demi Indonesia yang lebih baik (katanya). Hal ini juga tidak luput dari pandangan berbagai macam kalangan, mulai dari pekerja, pelajar, seniman, idola dan publik figur. Dalam tulisan ini, saya akan lebih mengerucutkan kepada satu pandangan, yaitu publik figur, yang notabene memiliki banyak penggemar. Tulisan tidak bukan adalah apa yang saya tangkap dan saya lihat pada seorang publik figur yang saya ikuti dalam sosial media.

Tidak ada yang salah jika bersuara untuk (mungkin) kebenaran. Kenapa "mungkin"? saya juga manusia, gak bisa bilang, "ini benar" "ini salah". Bukan ragu untuk mengatakan, tapi itu masalah sudut pandang pribadi aja sih. Ok, kembali lagi, menjadi publik figur memang bukan pekerjaan yang mudah. Mereka memiliki fanbase besar, dibalik itu terdapat tanggung jawab yang besar dengan apa yang coba mereka lakukan dan katakan.

Ada 2 tipe penggemar, yang pertama adalah penggemar karya nya, lalu jelas baru ke siapa pelaku seni nya. Yang kedua adalah penggemar berat. Saya agak khawatir dengan tipe penggemar ke-2. Penggemar berat lebih cenderung melahap mentah - mentah semua apa yang sang idola lakukan. Misal, idola A berkata ini, terang perkataan idola ini akan ditiru oleh si penggemar. walaupun (mungkin) si penggemar tidak mengerti apa yang sang idola katakan (setidaknya mengerti dikit) mereka rela meniru ucapan - ucapan sang idolanya. tanpa memiliki pandangan dan argumen sendiri, mereka berani berkata. Lho kok berani? iya dong, kan setiap mengeluarkan komentar, selalu diikuti dengan nama idola. Saya sih gak bilang "cari perlindungan", tapi alangkah baik nya setiap komentar yang dilontarkan memiliki dasar sudut pandang pribadi. dan cobalah katakan itu dengan dirimu sendiri. Artinya tanpa harus kalian berkomentar lalu menulis nama idola kalian di belakangnya. Kebenaran gak datang dari siapa - siapa, perubahan gak datang dari siapa - siapa, sebelum kamu sendiri melakukannya.

Perubahan nyata adalah dengan memulainya pada diri sendiri, bukan berarti kita melupakan sekitar kita. Istilah simplenya begini, bagaimana mau merawat tanaman di taman, jika tanaman di rumah sendiri masih berantakan. Sayapun masih berantakan, belum tertata, maka dari itu saya lebih baik diam dari keramaian kampanye. Bukan berarti saya golput atau apatis terhadap pemerintahan, saya punya pilihan tapi saya diam. Misalkan saja, kalian ngotot si ini lebih baik, si itu lebih benar, sampai menjatuhkan orang lain akan tetapi di akhir, apa yang kalian pilih itu gak sesuai dengan apa yang kalian harapkan? gimana rasanya? coba sesekali desak pilihan kalian kalian. Kalo perlu ancam mereka dari sekarang agar tidak terlalu mengecewakan kalian nantinya. Lebih bagus lagi jika sesuai dengan harapan kalian. wow~! jangan terlalu sibuk menjatuhkan lawanmu, yakinkan harapan kalian tercapai lewat pilihan mu. Bukan malah keyakinan yang buta dan akhirnya harapan pudar dan terulang lagi luka yang sama (hihihi, semoga engga sih ya~)

Apa yang saya katakan dalam tulisan ini tidak ada niat untuk membela satu kubu atau menjatuhkan satu kubu. Jadi mohon maaf apabila ada dari kalian merasa tersinggung. Mari sama - sama belajar untuk masa depan yang lebih baik (semoga).

Farhan.

Jumat, 27 Juni 2014

The Farhan Show - My First Sad Song

hai..!
hari ini saya akan merilis sebuah EP perdana yang bertajuk "My First Sad Song". EP ini berisikan beberapa lagu. sesuai dengan judulnya, EP ini bersuara tentang sesuatu yang agak dramatis (gak juga sih ya, hehe). dikerjakan hanya dalam waktu 4 hari untuk proses take dan 3 hari untuk penyelesaian akhir. sebelum memberikan link download secara cuma - cuma (eh tapi engga cuma - cuma juga sih. karena EP ini dibuat dengan penuh rasa, keringat dan air mata halah hahaha). gua mau kasih beberapa info, bahwa selain merilis secara online, kalian juga memesan rilisan fisik ini ke pratamafarhan@gmail.com atau ke 081298413140. keistimewaan membeli rilisan fisik adalah selain menghargai keaslian karya, juga memberi dukungan positif kepada si pemusik untuk tetap semangat dalam membuat karya selanjutnya. di era yang serba otomatis ini, sungguh hal yang jarang apabila kalian punya rasa lebih kepada rilisan fisik. ini serius lho hehe.. oh ya, rilisan fisiknya sendiri bakal dijual dengan harga 15.000,- gimana? murah bukan? bukan murah? hehe..

ok, sekian.. berikut ini adalah link downloadnya.


"My First Sad Song"
scraps radcore. 2014

1. Welcoming The Sad Clown
2. Waiting
3. Hope Will Never Fade
4. Here I Am
5. This Is A Sad Song
6. Spring Has Come


terimakasih telah mendengarkan, sampai jumpa di EP berikutnya ^^

Farhan.


Kamis, 26 Juni 2014

Preview Mini Album "The Farhan Show"

Sabtu, 28 Juni saya bakal merilis mini album yang berjudul "My First Sad Song". berisi 4 track yang direkam di studio pribadi milik sendiri. cek preview nya di sini. semoga mini album ini mampu menyaingi artis - artis yang mencoba meraih rupiah dengan label religi di bulan yang penuh hikmah mendatang. saya akan bercerita tentang mini album ini ketika mini album ini rilis, jadi, sampai jumpa ~


Sabtu, 07 Juni 2014

Bangun Jalan-mu Sendiri

minggu siang panas yang seperti tidak kenal maaf ini saya duduk di depan laptop yang berada di toko sembako milik ibu saya. datang seorang anak yang kira - kira setara dengan umur anak sekolah menengah. dari jauh saya mengintip gelagatnya yang "sok" merapihkan topi (mungkin ini strategi biar dibilang anak hari ini, haha). tebakan saya benar, dia menghampiri dan ingin membeli sebatang rokok filter. tanpa pikir panjang saya katakan, "gak dijual buat lo". agak kasar tapi ya ini lah sikap.

ini bukan yang pertama saya bersikap seperti ini. semenjak saya memilih untuk gak mengkonsumsi rokok saya mulai berfikir juga untuk mengajak dengan apapun caranya kepada setiap orang agar tidak merokok, walaupun itu berat pastinya. khusus untuk para anak - anak dibawah umur, biasanya saya lebih bersikap "agak" keras. apalagi jika sudah mengganggu walaupun itu secara tidak langsung.

ok, kali ini saya coba membahas rokok KHUSUS di kalangan para pelajar. kenapa sih pelajar?
kalau bicara rokok, beberapa orang mengatakan itu sudah menjadi suatu kebutuhan. bahkan sampai ada yang konyol lebih memilih gak makan daripada tidak merokok. ok, kalau tentang pelajar, seberapa pentingnya rokok untuk kehidupan mereka sendiri? seberapa butuhnya mereka terhadap benda yang "apa banget" itu? haha. apa dengan gak merokok, mereka akan kehilangan kelas nya sebagai "anak ter-kini" di lingkungannya? jawaban terjujur adalah merokok dapat meningkatkan "kelas" mereka di sekitar teman - temannya. sejauh mana mereka mengelak semua berujung pada jawaban itu. ya kan? ya dong! haha.

ketika jawaban seperti itu menjadi biang utamanya, 1 kata untuk kalian, "dangkal". tau gak ada berapa abang - abang preman diluar sana yang cuma kerja minta uang bermodal tattoo tribal yang agak pudar. mereka merokok? ya! mereka keren? saya jawab: gak! musisi idola, mereka merokok, mereka keren? ya, tapi sudah kebanyakan. mau jadi pengikut tanpa punya sikap? anda ya tetap anda, bukan saya, dia atau mereka. tentukan sikap, berhenti jadi pengikut kosong. jangan jual jiwa kalian. jadilah manusia. kalo belum punya sikap, kalian belum bisa membedakan diri sendiri dengan kuda tunggangan.. hehe~ pikirkan lah sobat, selagi kalian masih duduk di bangku sekolah. bukannya lebih asik jalan di jalan sendiri kan? daripada jalan di jalan milik orang lain.

Farhan.

Senin, 19 Mei 2014

Kita Hidup Di Jaman

tekhnologi semakin canggih, kecanggihannya pun mulai memanjakan manusia. di era yang serba digital ini semua kena imbasnya. termasuk musik. cara mendapatkan hasil rekaman musik dari penyanyi / grup band pun kini sangat mudah didapat. untuk cara halal-nya, biasa meng-unduh lewat situs resmi seperti iTunes, Amazon dan lainnya. namun, ada juga cara haram-nya, yaitu dengan mengunduh lewat berbagai macam situs dengan tanpa bayaran atau GRATIS. hal ini lah yang membuat sebagian musisi merasa marah. namun juga ada sedikit dari mereka yang memanfaatkan hal itu sebagai promosi. kembali lagi, jika yang dibajak adalah seluruh isi album apakah masih layak? dimana nilai dari sebuah hasil karya itu sendiri?

musik adalah sebuah seni, sedangkan lagu adalah karya seni yang dapat dinikmati dalam jangka yang cukup panjang. bukan hal biasa lagi jika beberapa orang menganggap bahwa dengan mendengarkan musik dapat mengembalikan kita ke masa yang telah lewat. musik dapat membantu kita mengingat masa yang telah lampau. lagu yang diciptakan melalui isi yang kadang sesuai dengan keadaan yang kita alami juga dapat membantu kinerja otak untuk kembali normal. dari beberapa keuntungan mendengarkan lagu tersebut, tidak begitu sebanding dengan apa yang dirasakan oleh para musisi.

yap, benar jika menciptakan karya dan disukai apalagi dapat mengarahkan penonton saat konser adalah kepuasan utama bagi para musisi. berbeda rasa ketika hasil karya yang telah dibuat dengan mengorbankan waktu, uang dan lainnya demi terciptanya sebuah karya namun dilangkahi begitu saja oleh beberapa pendengar yang bisa dibilang kurang bertanggung jawab. kita hidup di jaman saat kita enggan mendownload gratis rilisan musik lokal dan orang berkata "ah lo belagu". beberapa penikmat kini seakan malas untuk pergi ke toko musik mencari apa yang baru dari musik saat ini. tidak sedikit yang enggan membuka situs resmi untuk mendapatkan rilisan dari penyanyi / grup band. rilisan rilisan baru pun lebih ramai dicari melalui situs gratis.

musik bukan hujan yang datang ke dengan sendirinya, bukan matahari yang membantu mengeringkan pakaian saat dijemur. musik lebih dari keduanya. musik dibuat mengorbankan segala bentuk usaha, jika kita sebagai pendengar hanya menikmati tanpa memberikan suatu dukungan, apa bedanya kita dengan para pembuang sampah sembarangan? kita sama2 pemeras tanpa memberikan sesuatu suara / dukungan balik. jangan pernah mematikan sebuah semangat. dibalik sedikit semangat / dukungan yang kalian berikan akan tercipta berlipat - lipat semangat / suara yang musik berikan kepada kalian.

Farhan.

Rabu, 16 April 2014

review: Jonny Two Bags album "Salvation Town"

siang hari sekitar pukul 2, saya mendapatkan sebuah berita yang cukup menarik. apakah itu? yap! proyek solo gitaris dari Social Distortion, Jonny Two Bags Wickersham telah rilis. boleh dibilang telat, karena saya juga lupa akan hal ini. tetapi saya akn mencoba menulis apa yng saya dengar dari album ini. langsung aja...............

"Salvation Town" begitulah nama dari album Jonny Two Bags. 10 lagu hadir di dalamnya. dengan nuansa country-folk. semenjak track awal, album ini menampilkan nuansa sound tahun 60 - 70an. Jonny sendiri mengakui bahwa lagu - lagu di album ini sangat menggambarkan masa kecilnya. track per-tracknya pun diatur sedemikian rupa hingga alur dalam album ini tidak terlihat datar.

dibuka oleh track "One Foot In The Gutter", track yang diisi dengan sound berbau 70an, dilanjut track "Avenue" yang kini agak menuju ke arah rockabilly, sangat berbahaya. beranjak menuju track ke-4 kita merasa mulai diajak santai dengan suasana folk-country. tiba - tiba, di track "Ghost" kita seperti nuansa dark namun tetap di jalur country-folk. track "The Way It Goes" pun resmi menutup dari seluruh track di album ini. secara keseluruhan, album ini seperti mengawinkan antara nuansa 50 dengan 70. dimana sound di album ini mengarah ke 70, serta materi dengan nuansa 50an dan campuran dengan 70an.

meski masih berada di jalur country, namun jelas album ini berbeda dari album - album Social Distortion. album ini menggambarkan sosok dari Jonny Wickersham itu sendiri. kita bisa merasakan dari tata sound dan juga vokal Jonny Wickersham. mungkin di sedetail track kita bisa mendapatkan sound sound ala Social Distortion disana, tapi kembali lagi vokal dari Jonny Wickwersham yang membangun karakter lagu itu menjadi "ini Jonny Two Bags".

10 tracks yang disiapkan, menjadikan album Salvation Town sebagai salah satu album yang berbahaya. cocok untuk didengarkan sambil berjalan jalan bersama impala tua dan sesekali menyisir rambut hitam mu.



Farhan.