Kamis, 19 November 2015

3 Kategori Menunggu

Hay..
Mulai bosan sama kata "hay" untuk pembukaan dalam tulisan. Tapi karena udah di tulis, yaudah, begitu aja.

Tulisan ini bakalan menjadi tulisan paling singkat. Lebih singkat jika dibandingkan dengan celana kakak-kakak gemeszh. Kok kakak-kakak ? Biasanya adik-adik lho? Kalo kamu berfikir kayak gitu, kamu lupa ya, ini kan tulisan saya. Jadi gak apa-apa dong ya? Hehe.

Menunggu itu memang bukan suatu hal yg baik untuk kehidupan. Siapapun, mulai dari mas Norman sampai The Rock pun mungkin gak suka dengan apa yang namanya menunggu. Tapi mau gimana lagi? Menunggu udah seperti matahari terik pas jam 12 siang, iya, panas. Menunggu seperti hal yang sudah lumrah. Ibarat pelajaran, menunggu itu adalah ilmu pasti. Pasti semua orang pernah merasakan apa yang di nama kan menunggu.

Ada 3 kategori menunggu, yang pertama adalah menunggu yang tiba-tiba, yang kedua adalah menunggu yang sudah terduga dan yang terakhir adalah menunggu/suudzon. Tipe menunggu yang tiba-tiba adalah menunggu yang gak pernah lo bayangkan sebelumnya. Tipe menunggu ini tuh seperti pdkt dengan gebetan yang berzodiak Aquarius, susah ditebak tapi sayang. Lanjut ke tipe menunggu yang kedua, menunggu yang sudah terduga. Tipe menunggu seperti ini adalah yang paling membosankan tapi ngarep. Maksudnya, lo tau kalo lo bakalan nunggu sebelum mendapatkan apa yang lo tunggu. Contoh, menunggu kiriman paket.

Yang ketiga adalah, menunggu/suudzon. Ini mungkin yang sering dialamin sama temen-temen. Ada gak? Kalo gak, yaa berarti dialamin sama temen-temen, gua. Dalam pertemanan, teman nongkrong, pasti banyak yang pernah berprasangka buruk terhadap teman lainnya. Please, kita lagi gak ngomongin cinta atau game online. Kita juga gak ngomongin perbedaan lipstik 50ribu dengan lipstik 500ribu. Tapi, beneran, pasti kalian, atau, yaudah deh gua deh, pasti pernah berprasangka buruk dengan teman-teman yang kadang datang gak sesuai dengan jam yang sudah ditentukan(?) ngerti gak? Maksudnya, janji jam 4, lalu kita berprasangka buruk dengan mikir, "ah paling dia dateng telat, dari pada nunggu, mending gua telat juga dateng nya" Yang terjadi malah kebalikannya, teman lo yang jadinya nunggu lebih lama karena prasangka buruk lo, eh kita, eh yaudah deh gua lagi.

Untuk situasi apapun, menunggu itu bakalan bikin kita gak gaul, gak kekinian, gak muda, beda dan berbahaya. Entah lah, hanya waktu dan rongga-rongga udara malam yang mampu menafsirkan rasa ingin mengakui siapa dibalik topeng ultraman yang konon akan mencair menjadi kenangan hitam berlapis baja bernama, Lama. Satu lagi, menunggu adalah tentang bagaimana keenam senar gitar berpadu menjadi nada yang manis sebagaimana mimpi para penyulam kain emas di pelataran kuil tua.


Farhan.

Selasa, 10 November 2015

Lagu Cinta Anak Latems

Jadi begini, hehe.
hay!

Mau cerita tentang anak metsal yang terbilang metal banget. Gak tau sih, di skena nya apa masih bisa dianggap metal. Gua juga gak tau tentang metal sebenernya. Cuma ini rada menggelitik aja.

Sekitar tahun 2010 lagi musim - musimnya tuh musik - musikan gaul. Gimana gak gaul, akibat dari trend ini, anak motor pun sempet ikutan banting standard dua demi jadi anak band. Meskipun gak semua anak motor lho yhaa.. Cuma sekedar denger dari apa yang gua denger saat itu. Kebetulan saat itu juga sempet lihat langsung. Kembali lagi, 2010 adalah dimana band - band gaul menjamur. Gua bilang gaul karena, rata - rata pelakunya adalah anak - anak sekolah menengah. Yang gak akan gaul kalo gak punya penggemar. hmm.. Jangan penggemar lah, bilang aja, "masa / pengikut". Masa / pengikut tersebut siapa sih? Yaaaa bukan lain adalah teman - teman nya sendiri. Entah dari mana keren nya, mau aja jadi pengikut. Padahal, yang diikutin tersebut juga ngikutin orang lain. hha!

Jadi yang ingin gua ceritain disini adalah, ada seseorang anak metal. Percaya atau engga, dulunya adalah seorang anak remaja masjid. Sempet kaget karena gua tau dulunya dia seorang anak masjid, punya band metal, entah lah, lupa namanya apa.. pokoknya gak jauh - jauh dari cinta maksudnya macem bunuh - bunuhan gitu lah. Serem ih, takut gak bisa tidur abis nulis ini. huhu.

Kenapa gua kok tau dia punya band metal? yaa gimana engga, karena band nya juga main disini sini aja, heu. Engga kepo sih. Tapi ya gitu deh. Eh ya, sebenernya sih seneng banyak anak band hidup disini. Jadi bisa berbagi gitu. Tapi apa jadinya kalo masih main sekat menyekat. Klasik ya? mungkin. Tapi bodo lah, hehe. Lagian yang mau dibahas dalam tulisan itu bukan itunya.

Singkat cerita, 2 tahun berselang, nama bandnya sudah gak lagi terdengar. Mungkin sedang hiatus....... Bebas lah ya. Sedangkan seseorang itu mulai terlihat lagi setelah memposting sebuah lagu ke dalam facebooknya. Bagian ini nih menggelitiknya. Doi memposting sebuah lagu cinta. Entah lagunya kayak gimana. Kenapa kocak? Karena lagu yang dia posting tersebut adalah lagu yang sering dibuat bahan candaan oleh teman - teman gua. Meskipun gua pribadi belum mendengar lagu itu seperti apa, tapi jelas ini adalah sebuah depresi seorang anak latem dadakan. haha.

Dari kejadian ini, gua berani menyimpulkan bahwa, metal tidak bisa menolong kehidupan pribadi yang berpomade. Mungkin itulah yang terjadi apabila menjadi seseorang yang kaget akan sebuah trend. Umm, sebenernya bukan trend sih. Melainkan sebuah musik yang menyenangkan namun dicoreng oleh segelintir orang yang akhirnya menjadikannya sebuah trend yang gak lama bakal hilang. Namun, tidak untuk musik dan penikmatnya. Musik dan penikmatnya tetap ada, yang hilang hanya orang - orang kaget seperti yang dibahas tadi. hehe.

terimakasih.
Farhan.

Minggu, 01 November 2015

Fatrace dan "2015, Starter Pack"

Hay..
hehe, mungkin tulisan gua bakal lebih banyak ngomongin soal band baru gua (Fatrace) ya. Kenapa? yaa karena ini blog gua, hehe. Ok, jadi beberapa hari yang lalu Fatrace akhirnya merilis single dari upcoming EP. Judulnya "2015, Starter Pack". Lagu yang terbilang ngebut ini memang cuma memiliki durasi 1 menit sekian detik. Menurut gua sebagai penulis, ini adalah lagu yang paling sukses. Sukses dalam hal apa? Sukses dalam artian, gua sangat menikmati lagu ini. Ketika memainkan juga mendengarkan. Meskipun ini baru sukses tahap pertama. Tahap pertama? yap! lagu itu bisa dibilang sukses jika melewati 3 hal. Sukses pertama ialah sukses menjadikan sebuah lagu tersebut sebagai curahan perasaan. Duh mau bilang curahan hati takut terlalu lemah eheueheu.. maaf hhe. Sukses yang kedua adalah ketika lo menikmati lagu tersebut ketika memainkan ataupun mendengarkan. Dan yang terakhir adalah tentang bagaimana reaksi seseorang terhadap lagu tersebut.

Lagu 2015, Starter Pack adalah lagu yang gua tulis di awal tahun 2015. Bertema tentang bagaimana seseorang wanita yang terlalu mengikuti pribadi seseorang yang ternyata, dia lebih baik jika dia melakukannya sendiri. Ngerti? gua mah engga.. hehe. Singkatnya, ini adalah sebuah protes kepada seseorang yang gua suka karena seseorang tersebut terlalu mengikuti gaya wanita lain. Gitu sih intinya. Lalu gua berasumsi bahwa tingkat ke-keren-an seseorang di tahun 2015 adalah seperti si Anu.

Setelah mendengar hasil rekaman, gua mencoba untuk memberanikan diri untuk memperdengarkan kepada teman-teman senior, hehe. tanggapan mereka alhamdulillah bagus. Jadi seperti ada suntikan untuk cepat menyelesaikan sesi rekaman dan merilis EP Desember nanti hehe. Salah satu suntikan tersebut ialah ketika lagu ini masuk ke webzine ternama ibu kota hehe... ialah Radio HeyHo! yang baik banget udah masukin Fatrace ke webzine nya.

Fatrace masih punya beberapa sesi rekaman yang bakal dilakukan minggu ini. Dan berharap agar bisa dirilis bulan depan. Jadi, buat yang bertanya kayak gimana sih Fatrace? kalian bisa langsung buka di link yang tertera pada akhir tulisan ini.

Terimakasih.
Farhan.


link (RadioHeyHo!): http://radioheyhojkt.blogspot.co.id/2015/10/free-streaming-fatrace-starter-pack.html