Sabtu, 07 Juni 2014

Bangun Jalan-mu Sendiri

minggu siang panas yang seperti tidak kenal maaf ini saya duduk di depan laptop yang berada di toko sembako milik ibu saya. datang seorang anak yang kira - kira setara dengan umur anak sekolah menengah. dari jauh saya mengintip gelagatnya yang "sok" merapihkan topi (mungkin ini strategi biar dibilang anak hari ini, haha). tebakan saya benar, dia menghampiri dan ingin membeli sebatang rokok filter. tanpa pikir panjang saya katakan, "gak dijual buat lo". agak kasar tapi ya ini lah sikap.

ini bukan yang pertama saya bersikap seperti ini. semenjak saya memilih untuk gak mengkonsumsi rokok saya mulai berfikir juga untuk mengajak dengan apapun caranya kepada setiap orang agar tidak merokok, walaupun itu berat pastinya. khusus untuk para anak - anak dibawah umur, biasanya saya lebih bersikap "agak" keras. apalagi jika sudah mengganggu walaupun itu secara tidak langsung.

ok, kali ini saya coba membahas rokok KHUSUS di kalangan para pelajar. kenapa sih pelajar?
kalau bicara rokok, beberapa orang mengatakan itu sudah menjadi suatu kebutuhan. bahkan sampai ada yang konyol lebih memilih gak makan daripada tidak merokok. ok, kalau tentang pelajar, seberapa pentingnya rokok untuk kehidupan mereka sendiri? seberapa butuhnya mereka terhadap benda yang "apa banget" itu? haha. apa dengan gak merokok, mereka akan kehilangan kelas nya sebagai "anak ter-kini" di lingkungannya? jawaban terjujur adalah merokok dapat meningkatkan "kelas" mereka di sekitar teman - temannya. sejauh mana mereka mengelak semua berujung pada jawaban itu. ya kan? ya dong! haha.

ketika jawaban seperti itu menjadi biang utamanya, 1 kata untuk kalian, "dangkal". tau gak ada berapa abang - abang preman diluar sana yang cuma kerja minta uang bermodal tattoo tribal yang agak pudar. mereka merokok? ya! mereka keren? saya jawab: gak! musisi idola, mereka merokok, mereka keren? ya, tapi sudah kebanyakan. mau jadi pengikut tanpa punya sikap? anda ya tetap anda, bukan saya, dia atau mereka. tentukan sikap, berhenti jadi pengikut kosong. jangan jual jiwa kalian. jadilah manusia. kalo belum punya sikap, kalian belum bisa membedakan diri sendiri dengan kuda tunggangan.. hehe~ pikirkan lah sobat, selagi kalian masih duduk di bangku sekolah. bukannya lebih asik jalan di jalan sendiri kan? daripada jalan di jalan milik orang lain.

Farhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar