Hay!
lama tak menyentuh blog ini, kebetulan gua sedang sibuk2nya ngurus grand prix karambol di Saturnus. hehe. ok kali ini gua bakal membahas tentang brand clothing. lagi lagi yah? haha. entah kenapa gua suka bgt ngomongin brand-brand clothing yang semakin hari semakin rame. engga kok, gua gak akan bahas tentang pakaian dalam pria. ok, dimulai aja..
beberapa bulan lalu, gua sempat mengikuti mata kuliah wajib yang mengharuskan mahasiswa bekerja selama beberapa bulan untuk memenuhi kriteria kelulusan. mata kuliah ini bernama, "Kerja Praktek" atau yang disingkat KP. selama beberapa minggu gua kebingungan akan kemana gua cari tempat magang. akhirnya dengan minim kenalan vendor, gua coba satu persatu. dan dapatlah gua kerja sebagai .. apa yah kalo cuma duduk-duduk, ngurus program promo si vendor tempat gua ini. beberapa hari gua ngobrol dengan bos tempat KP gua ini, gua jadi tau beberapa hal yang sebelumnya gua gak tau. seperti banyaknya brand yang lumayan terkenal dan memproduksi barangnya di vendor - vendor yang tersebar di daerah sini.
selain menjadi vendor, tak sedikit dari mereka yang juga merilis brandnya sendiri. banyaknya brand yang lahir dan tumbuh di vendor sendiri ini gak menjamin mereka bisa menghasilkan sesuatu yang baru. mereka masih terpatok dengan influence atau acuan yang begitu - begitu aja. ok, jika kita bicara tentang konsep dan ide, itu pasti sudah di miliki oleh beberapa brand. tanpa konsep sebuah brand bakal menjadi buta tujuan. mau kemana brand ini? mau kemana konsep desain nya? dll. untuk sekarang, kita gak bakal bicara lebar tentang konsep desain mereka. tapi lebih kepada cara mereka berpromosi.
baru baru ini gua ngeliat ada sebuah brand melakukan promo nya dengan menampilkan model wanita dengan minim pakaian. huwaw.. beberapa orang mungkin bakal tercengang dan seru dengan konsep ini. tapi beberapa orang juga berpikir sebaliknya. singkat cerita mereka menampilkan visual wanita dengan hanya menggunakan pakaian dalam bahkan hanya dengan beberapa tempelan untuk menutupi bagian intimnya. sebuah sorotan penting untuk sebuah brand yang hadir dan tumbuh di daerah dengan ragam budaya nya yang kental serta norma agama yang cukup ketat.
menampilkan wanita sebagai model memang sudah sangat sering kita jumpai. namun apa konsep ini adalah sesuatu yang bakal membuat dagangan lo meledak dan di-gilai para konsumen? kayaknya gak juga. malah konsep ini bakal jadi boomerang buat lo sendiri. kalo ide lo adalah "bebas dan liar", output seperti itu bukan sesuatu jawaban yang "anjir! keren nih!" tapi itu adalah jawaban pintas yg kayaknya lebih ke "males mikir" hehe. di sisi lain, membuat iklan tidak harus merendahkan nilai wanita. stop menjadikan wanita sebagai "penghibur" atau "penghias" dagangan anda. ente mau bikin pakaian dalem mas? huehe.. lagi lagi gua mengingatkan, ini adalah apa yang gua liat secara pandangan gua aja. sedikit banyak juga gua melihat brand yang memakai model wanita untuk mempromokan dagangannya, namun apa yang telah gua liat ini berbeda dengan apa yang ditirukan oleh beberapa brand tadi. menyampingkan nilai estetika dan terfokus dengan apa yang mereka tampilkan, bukan apa yang mereka perjualkan.
selama masih muda, internet yang luas hari ini bakal membantu lo mencari sebuah hal baru. jangan terpatok dengan sebuah pakem yang gitu - gitu aja. jadi lah yang aneh, jadilah yang "apasih" di mata orang. temuin lah sebuah hal yang aneh di mata awam. jangan takut gak laku karena lo aneh, justru karena lo aneh, lo bakal nemuin diri lo sesungguhnya. hehe.
Farhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar