Kamis, 23 April 2015

Zebra Cross, Sahabat Penyebrangan

Halo!

Di tulisan kali ini gua mau membahas tentang fenomena zebra cross. Ada yang udah tau apa itu zebra cross? Atau bahkan pernah denger? Yaudah, kita anggap aja semua udah pada tau apa itu zebra cross yah. Umm.. gak bisa gitu juga sih, baiklah ... bagi yang belum tau apa itu zebra cross, itu adalah tempat menyebrang nya para pejalan kaki untuk menyebrang dari satu sisi ke sisi yang lain. iya! Bener kalo nebak garis – garis putih yang ada di jalan setiap lampu lalu lintas. Tapi kalo ada dari kalian yang belum pernah liat, gua bakal memaklumi kok. Bukan karena apa – apa. Tapi memang ada konspirasi besar kenapa si zebra cross itu gak pernah muncul saat lo kena lampu merah. Dan ini lah yang bakal gua bahas.

Zebra cross sendiri mulai digunakan sejak tahun 1951 di Inggris. Seenggaknya itulah apa yang dikatakan oleh google. Zebra cross itu sebenernya memiliki nilai artistik yang menarik, selain menghadirkan nuansa baru di jalanan yang gitu – gitu aja abu abu gak jelas, zebra cross memiliki pekerjaan yang mulia. Yakni membantu pejalan kaki menyebrang. Gak enak kan kalo lo jadi pejalan kaki terus gak ada zebra cross, lo harus meliuk – liuk diantara stang dan spion sepeda motor. Belum lagi kalo ada motor toserba, segala macam peralatan rumah tangga ada. Mau penanak nasi, kulkas sampai mesin cuci nempel dibagian belakang motornya. Lo pasti risih, yang harusnya tinggal nyebrang dengan cool -nya, tapi lo harus mendaki gunung lewati lembah kayak lagi ikut persami di Cibubur. Sadar gak, itu menjatuhkan keanggunan kalian (bagi wanita). Padahal lo bisa menyebrangi itu zebra cross dengan elegan dengan tambahan efek angin yang menyelinap nakal mengibarkan rambut lo, lalu orang – orang yang sedang nunggu lampu merah jadi terkesima.

Gua mau mulai klarifikasi buat kalian yang jarang melihat zebra cross. Itu bukan salah penglihatan lo kok, jadi tenang aja. Sebenernya zebra cross itu bukan makhluk mitos. Dan sebenernya mereka ada, namun sayangnya keberadaan mereka kini disingkirkan oleh para pengendara sepeda motor yang kurang akan rasa peduli terhadap para pejalan kaki. Atau waktu sekolah, pembahasan tentang zebra cross luput dari para guru mereka sehingga mereka tak mengerti akan makna dasar garis belang yang ada di dekat lampu lalu lintas tersebut (?) entahlah, atau mungkin ini salah zebra cross yang diam aja waktu di injak oleh pengendara motor.... hikss kasian.. sedih :(

Dari situlah muncul persepsi berbeda dari apa yang udah gua tangkep. Gua sempet berfikir, apakah zebra cross kurang menakutkan sehingga pengendara motor gak pernah takut untuk menunggu lampu hijau diatas zebra cross dan memerkosa hak para pejalan kaki? Hmm.. coba kita bayangkan apa yang terjadi jika zebra cross diganti dengan hell cross dengan visual isi neraka lengkap dengan suara siksaan didalam nya untuk menggantikan warna belang damai milik si zebra cross? masih adakah kiranya yang tetap bersedia menunggu lampu hijau diatas jalur penyebrangan para pejalan kaki? Metode ini gak hanya membuat takut para pengendara sepeda motor, tapi juga membuat takut para penyebrang jalan. Jadi memang zebra cross sudah ditakdirkan sebagai sahabat penyebrangan bagi para pejalan kaki.

Padahal dengan tertibnya lo menaati peraturan, lo juga bakal merasakan nikmatnya berkendara. Lo bisa menghargai hak para pejalan kaki, lo bisa liat – liat yang sedang menyebrang, siapa tau Jill Gladys lewat lagi nyebrang, kan siapa yang tau ya kan? Kebayang gak kalo gak ada yang namanya zebra cross? Gua berani jamin lo bakal bete tanpa adanya zebra cross. Kenapa? Yaiyalah, ketika lo berhenti karena dipaksa oleh lampu lalu lintas, lo Cuma diem meratapi jalan yang gitu – gitu aja. Belum lagi yang paling sial, pas lo lagi berhenti, motor depan lo pake knalpot yang udaranya nembak pas banget ke muka lo. Wah jangan dibayangin, gak enak.. asli!


Farhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar