Senin, 11 Januari 2016

Jalan - Jalan Naik KRL

Halo!
Farhan disini.
Hari ini tanggal 12 Januari. Hari ke-12 di bulan pertama. Ada apa yang spesial? Engga ada sih sepertinya. Cuacanya asik, iya bener, di sini sedang hujan. Walaupun tadi pagi cukup panas. Gua pikir bisa menjemur screen berkali – kali lagi hari ini. Apa yang seru untuk dibahas kali ini?

Oh..ya!
Hari ini adalah jadwalnya menjemput kaset EP-nya Fatrace. Sebenernya kaset itu udah lama selesai di duplikasi, tapi baru sempet diambil, hehe. Bukaaaan! Bukan karena baru bayar, hehe. Tapi jadwal lah yang mengharuskan kami untuk bertemu kaset-kaset tersebut. Sepertinya, tulisan kali ini gak akan seperti biasanya. Kalo biasanya, gua bahas bagaimana perkembangan Fatrace, kali ini gua bakal coba ambil dari sudut lain, tapi masih dari Fatrace.

Hari ini gua akan bertemu dengan salah seorang temen yang baik banget udah mau ngurusin duplikasinya Fatrace. Kami janjian di salah satu stasiun di daerah Serpong. (Wah stasiun?). Yap! Hari ini gua bakal melakukan perjalanan dengan menggunakan KRL. Whaaaa.. Lama sudah gak menggunakan jasa transportasi ini. Gua selalu merasakan ada yang beda ketika gua menggunakan jenis transportasi ini. Engga tau pasti, apa dan dimana perbedaannya. Yang jelas, ketika naik transportasi ini, gua selalu merasa jauh sekali dari rumah. Mungkin karena biasa menggunakan kendaraan pribadi, jadi merasa tujuan kita pasti dan bisa di capai. Berbeda dengan menggunakan KRL yang selalu merasa, “biasa sampe rumah nih? Beneran?” entah itu apa namanya, tapi yang jelas gua akan berkutat dengan suasana stasiun di sore hari, di hari ini.

Yang gua siapkan hanya, menghafal jalurnya dan mengetahui dimana gua harus turun untuk berpindah KRL. Ini penting ternyata. Karena kalo engga hafal dan kita terlewat dari stasiun yang harusnya kita turun, kita bener-bener bakal merasa jauh dari rumah dan bakal merasa bahwa besok gak ada lagi matahari. Ya gak sih? Engga juga kayaknya. Tapi beneran, menghafal jalur itu penting. Seenggaknya kita tau dimana kita harus turun dan kepada siapa kita harus sayang (?). ok. Iya.

Tapi naik KRL juga ada sisi serunya. Serunya dimana? Naik KRL dengan jalur yang gak deket itu seru, kayak jalan-jalan tanpa harus mikirin macet. KRL menurut gua salah satu transportasi yang asik untuk digunakan. Jauuuuuuuuh lebih baik jika harus dibandingkan dengan naik bis. Apalagi bis yang, “bis kadit nih?” ok.

Segitu ajalah cerita tentang opini gua tentang perjalanan menggunakan KRL. Padahal berangkat aja juga belum, haha! Mungkin nanti gua bakal nulis lagi setelah melakukan perjalanan. Mungkin iya, mungkin engga. Hehe. Semoga gua gak kelewatan stasiun dan kaset yang gua jemput bisa laku terjual, heheheeeheheheheheheehe.......

Farhan

Kamis, 19 November 2015

3 Kategori Menunggu

Hay..
Mulai bosan sama kata "hay" untuk pembukaan dalam tulisan. Tapi karena udah di tulis, yaudah, begitu aja.

Tulisan ini bakalan menjadi tulisan paling singkat. Lebih singkat jika dibandingkan dengan celana kakak-kakak gemeszh. Kok kakak-kakak ? Biasanya adik-adik lho? Kalo kamu berfikir kayak gitu, kamu lupa ya, ini kan tulisan saya. Jadi gak apa-apa dong ya? Hehe.

Menunggu itu memang bukan suatu hal yg baik untuk kehidupan. Siapapun, mulai dari mas Norman sampai The Rock pun mungkin gak suka dengan apa yang namanya menunggu. Tapi mau gimana lagi? Menunggu udah seperti matahari terik pas jam 12 siang, iya, panas. Menunggu seperti hal yang sudah lumrah. Ibarat pelajaran, menunggu itu adalah ilmu pasti. Pasti semua orang pernah merasakan apa yang di nama kan menunggu.

Ada 3 kategori menunggu, yang pertama adalah menunggu yang tiba-tiba, yang kedua adalah menunggu yang sudah terduga dan yang terakhir adalah menunggu/suudzon. Tipe menunggu yang tiba-tiba adalah menunggu yang gak pernah lo bayangkan sebelumnya. Tipe menunggu ini tuh seperti pdkt dengan gebetan yang berzodiak Aquarius, susah ditebak tapi sayang. Lanjut ke tipe menunggu yang kedua, menunggu yang sudah terduga. Tipe menunggu seperti ini adalah yang paling membosankan tapi ngarep. Maksudnya, lo tau kalo lo bakalan nunggu sebelum mendapatkan apa yang lo tunggu. Contoh, menunggu kiriman paket.

Yang ketiga adalah, menunggu/suudzon. Ini mungkin yang sering dialamin sama temen-temen. Ada gak? Kalo gak, yaa berarti dialamin sama temen-temen, gua. Dalam pertemanan, teman nongkrong, pasti banyak yang pernah berprasangka buruk terhadap teman lainnya. Please, kita lagi gak ngomongin cinta atau game online. Kita juga gak ngomongin perbedaan lipstik 50ribu dengan lipstik 500ribu. Tapi, beneran, pasti kalian, atau, yaudah deh gua deh, pasti pernah berprasangka buruk dengan teman-teman yang kadang datang gak sesuai dengan jam yang sudah ditentukan(?) ngerti gak? Maksudnya, janji jam 4, lalu kita berprasangka buruk dengan mikir, "ah paling dia dateng telat, dari pada nunggu, mending gua telat juga dateng nya" Yang terjadi malah kebalikannya, teman lo yang jadinya nunggu lebih lama karena prasangka buruk lo, eh kita, eh yaudah deh gua lagi.

Untuk situasi apapun, menunggu itu bakalan bikin kita gak gaul, gak kekinian, gak muda, beda dan berbahaya. Entah lah, hanya waktu dan rongga-rongga udara malam yang mampu menafsirkan rasa ingin mengakui siapa dibalik topeng ultraman yang konon akan mencair menjadi kenangan hitam berlapis baja bernama, Lama. Satu lagi, menunggu adalah tentang bagaimana keenam senar gitar berpadu menjadi nada yang manis sebagaimana mimpi para penyulam kain emas di pelataran kuil tua.


Farhan.

Selasa, 10 November 2015

Lagu Cinta Anak Latems

Jadi begini, hehe.
hay!

Mau cerita tentang anak metsal yang terbilang metal banget. Gak tau sih, di skena nya apa masih bisa dianggap metal. Gua juga gak tau tentang metal sebenernya. Cuma ini rada menggelitik aja.

Sekitar tahun 2010 lagi musim - musimnya tuh musik - musikan gaul. Gimana gak gaul, akibat dari trend ini, anak motor pun sempet ikutan banting standard dua demi jadi anak band. Meskipun gak semua anak motor lho yhaa.. Cuma sekedar denger dari apa yang gua denger saat itu. Kebetulan saat itu juga sempet lihat langsung. Kembali lagi, 2010 adalah dimana band - band gaul menjamur. Gua bilang gaul karena, rata - rata pelakunya adalah anak - anak sekolah menengah. Yang gak akan gaul kalo gak punya penggemar. hmm.. Jangan penggemar lah, bilang aja, "masa / pengikut". Masa / pengikut tersebut siapa sih? Yaaaa bukan lain adalah teman - teman nya sendiri. Entah dari mana keren nya, mau aja jadi pengikut. Padahal, yang diikutin tersebut juga ngikutin orang lain. hha!

Jadi yang ingin gua ceritain disini adalah, ada seseorang anak metal. Percaya atau engga, dulunya adalah seorang anak remaja masjid. Sempet kaget karena gua tau dulunya dia seorang anak masjid, punya band metal, entah lah, lupa namanya apa.. pokoknya gak jauh - jauh dari cinta maksudnya macem bunuh - bunuhan gitu lah. Serem ih, takut gak bisa tidur abis nulis ini. huhu.

Kenapa gua kok tau dia punya band metal? yaa gimana engga, karena band nya juga main disini sini aja, heu. Engga kepo sih. Tapi ya gitu deh. Eh ya, sebenernya sih seneng banyak anak band hidup disini. Jadi bisa berbagi gitu. Tapi apa jadinya kalo masih main sekat menyekat. Klasik ya? mungkin. Tapi bodo lah, hehe. Lagian yang mau dibahas dalam tulisan itu bukan itunya.

Singkat cerita, 2 tahun berselang, nama bandnya sudah gak lagi terdengar. Mungkin sedang hiatus....... Bebas lah ya. Sedangkan seseorang itu mulai terlihat lagi setelah memposting sebuah lagu ke dalam facebooknya. Bagian ini nih menggelitiknya. Doi memposting sebuah lagu cinta. Entah lagunya kayak gimana. Kenapa kocak? Karena lagu yang dia posting tersebut adalah lagu yang sering dibuat bahan candaan oleh teman - teman gua. Meskipun gua pribadi belum mendengar lagu itu seperti apa, tapi jelas ini adalah sebuah depresi seorang anak latem dadakan. haha.

Dari kejadian ini, gua berani menyimpulkan bahwa, metal tidak bisa menolong kehidupan pribadi yang berpomade. Mungkin itulah yang terjadi apabila menjadi seseorang yang kaget akan sebuah trend. Umm, sebenernya bukan trend sih. Melainkan sebuah musik yang menyenangkan namun dicoreng oleh segelintir orang yang akhirnya menjadikannya sebuah trend yang gak lama bakal hilang. Namun, tidak untuk musik dan penikmatnya. Musik dan penikmatnya tetap ada, yang hilang hanya orang - orang kaget seperti yang dibahas tadi. hehe.

terimakasih.
Farhan.

Minggu, 01 November 2015

Fatrace dan "2015, Starter Pack"

Hay..
hehe, mungkin tulisan gua bakal lebih banyak ngomongin soal band baru gua (Fatrace) ya. Kenapa? yaa karena ini blog gua, hehe. Ok, jadi beberapa hari yang lalu Fatrace akhirnya merilis single dari upcoming EP. Judulnya "2015, Starter Pack". Lagu yang terbilang ngebut ini memang cuma memiliki durasi 1 menit sekian detik. Menurut gua sebagai penulis, ini adalah lagu yang paling sukses. Sukses dalam hal apa? Sukses dalam artian, gua sangat menikmati lagu ini. Ketika memainkan juga mendengarkan. Meskipun ini baru sukses tahap pertama. Tahap pertama? yap! lagu itu bisa dibilang sukses jika melewati 3 hal. Sukses pertama ialah sukses menjadikan sebuah lagu tersebut sebagai curahan perasaan. Duh mau bilang curahan hati takut terlalu lemah eheueheu.. maaf hhe. Sukses yang kedua adalah ketika lo menikmati lagu tersebut ketika memainkan ataupun mendengarkan. Dan yang terakhir adalah tentang bagaimana reaksi seseorang terhadap lagu tersebut.

Lagu 2015, Starter Pack adalah lagu yang gua tulis di awal tahun 2015. Bertema tentang bagaimana seseorang wanita yang terlalu mengikuti pribadi seseorang yang ternyata, dia lebih baik jika dia melakukannya sendiri. Ngerti? gua mah engga.. hehe. Singkatnya, ini adalah sebuah protes kepada seseorang yang gua suka karena seseorang tersebut terlalu mengikuti gaya wanita lain. Gitu sih intinya. Lalu gua berasumsi bahwa tingkat ke-keren-an seseorang di tahun 2015 adalah seperti si Anu.

Setelah mendengar hasil rekaman, gua mencoba untuk memberanikan diri untuk memperdengarkan kepada teman-teman senior, hehe. tanggapan mereka alhamdulillah bagus. Jadi seperti ada suntikan untuk cepat menyelesaikan sesi rekaman dan merilis EP Desember nanti hehe. Salah satu suntikan tersebut ialah ketika lagu ini masuk ke webzine ternama ibu kota hehe... ialah Radio HeyHo! yang baik banget udah masukin Fatrace ke webzine nya.

Fatrace masih punya beberapa sesi rekaman yang bakal dilakukan minggu ini. Dan berharap agar bisa dirilis bulan depan. Jadi, buat yang bertanya kayak gimana sih Fatrace? kalian bisa langsung buka di link yang tertera pada akhir tulisan ini.

Terimakasih.
Farhan.


link (RadioHeyHo!): http://radioheyhojkt.blogspot.co.id/2015/10/free-streaming-fatrace-starter-pack.html

Rabu, 30 September 2015

Fatrace dan Teman Baru

hay!
Lama juga gak nulis, jadi kaku.. ehe!
Ada beberapa alasan hiatus menulis, salah satunya karena gua sedang (sok) menyibukan diri dengan bisnis kecil - kecilan hehe. Tapi, tanpa alasan pun, kadar jarak gua menulis juga tanpa disadari jauh - jauh ya. Bisa 4 bulan sekali, baru deh nulis lagi, hiks.... Ok! mulai sekarang, gua akan mulai rajin merekam apa yang gua tangkap di setiap menit, oh mungkin di setiap hari, hmm.... atau mungkin di setiap kejadian penting yang gua alamin ke dalam sebuah tulisan.

Terus, apa yang kejadian penting yang gua lewatin baru - baru ini? salah satunya, masih ingat dengan Fatrace? kalo gak ingat, coba cek ini ~> . Nah singkatnya, Fatrace itu adalah sebuah proyek bermusik gua di luar Car Drives Away. Awalnya, memang gua menjalankan Fatrace ini sendiri. mulai dari menulis sampai proses merekam lagu. Namun seiring berjalannya waktu, gua bener - bener merasa membutuhkan orang lain untuk membuat band ini menjadi nyata. Akhirnya, di akhir Agustus gua bertemu dengan 2 orang baru yang sekarang menjadi bagian dari Fatrace.

Kemajuan nya cukup pesat, kalo dulu Car Drives Away mampu merekam 1 lagu dalam kurun waktu 2 bulan, Fatrace bisa merekam 3 lagu dalam kurun waktu 3 minggu. Hmm... Kemarin, baru aja kami menyelesaikan rekaman di salah satu studio kecil di bilangan Bekasi. Ini adalah salah satu pengalaman baru lagi untuk gua. Baru kali ini, gua merasakan gimana sulitnya take live! hahaha! Awalnya, gua udah yakin bisa melewati sesi ini dengan mudah, namun kenyataan nya, gua yang lebih banyak melakukan kesalahan.

Walaupun begitu, gua tetap menikmati proses ini. Bermusik di Fatrace, kembali membangkitkan semangat nge-band. Perbedaan umur dalam suatu band mungkin juga memengaruhi(?) mungkin hehe. Dengan keseriusan Fatrace ini, bukan berarti CDA sudah habis. CDA bakal terus ada, meskipun suatu hari nanti bakal harus ada yang dikalahkan hehehehe.. you will never know...... haha!


Farhan~

Kamis, 23 April 2015

Zebra Cross, Sahabat Penyebrangan

Halo!

Di tulisan kali ini gua mau membahas tentang fenomena zebra cross. Ada yang udah tau apa itu zebra cross? Atau bahkan pernah denger? Yaudah, kita anggap aja semua udah pada tau apa itu zebra cross yah. Umm.. gak bisa gitu juga sih, baiklah ... bagi yang belum tau apa itu zebra cross, itu adalah tempat menyebrang nya para pejalan kaki untuk menyebrang dari satu sisi ke sisi yang lain. iya! Bener kalo nebak garis – garis putih yang ada di jalan setiap lampu lalu lintas. Tapi kalo ada dari kalian yang belum pernah liat, gua bakal memaklumi kok. Bukan karena apa – apa. Tapi memang ada konspirasi besar kenapa si zebra cross itu gak pernah muncul saat lo kena lampu merah. Dan ini lah yang bakal gua bahas.

Zebra cross sendiri mulai digunakan sejak tahun 1951 di Inggris. Seenggaknya itulah apa yang dikatakan oleh google. Zebra cross itu sebenernya memiliki nilai artistik yang menarik, selain menghadirkan nuansa baru di jalanan yang gitu – gitu aja abu abu gak jelas, zebra cross memiliki pekerjaan yang mulia. Yakni membantu pejalan kaki menyebrang. Gak enak kan kalo lo jadi pejalan kaki terus gak ada zebra cross, lo harus meliuk – liuk diantara stang dan spion sepeda motor. Belum lagi kalo ada motor toserba, segala macam peralatan rumah tangga ada. Mau penanak nasi, kulkas sampai mesin cuci nempel dibagian belakang motornya. Lo pasti risih, yang harusnya tinggal nyebrang dengan cool -nya, tapi lo harus mendaki gunung lewati lembah kayak lagi ikut persami di Cibubur. Sadar gak, itu menjatuhkan keanggunan kalian (bagi wanita). Padahal lo bisa menyebrangi itu zebra cross dengan elegan dengan tambahan efek angin yang menyelinap nakal mengibarkan rambut lo, lalu orang – orang yang sedang nunggu lampu merah jadi terkesima.

Gua mau mulai klarifikasi buat kalian yang jarang melihat zebra cross. Itu bukan salah penglihatan lo kok, jadi tenang aja. Sebenernya zebra cross itu bukan makhluk mitos. Dan sebenernya mereka ada, namun sayangnya keberadaan mereka kini disingkirkan oleh para pengendara sepeda motor yang kurang akan rasa peduli terhadap para pejalan kaki. Atau waktu sekolah, pembahasan tentang zebra cross luput dari para guru mereka sehingga mereka tak mengerti akan makna dasar garis belang yang ada di dekat lampu lalu lintas tersebut (?) entahlah, atau mungkin ini salah zebra cross yang diam aja waktu di injak oleh pengendara motor.... hikss kasian.. sedih :(

Dari situlah muncul persepsi berbeda dari apa yang udah gua tangkep. Gua sempet berfikir, apakah zebra cross kurang menakutkan sehingga pengendara motor gak pernah takut untuk menunggu lampu hijau diatas zebra cross dan memerkosa hak para pejalan kaki? Hmm.. coba kita bayangkan apa yang terjadi jika zebra cross diganti dengan hell cross dengan visual isi neraka lengkap dengan suara siksaan didalam nya untuk menggantikan warna belang damai milik si zebra cross? masih adakah kiranya yang tetap bersedia menunggu lampu hijau diatas jalur penyebrangan para pejalan kaki? Metode ini gak hanya membuat takut para pengendara sepeda motor, tapi juga membuat takut para penyebrang jalan. Jadi memang zebra cross sudah ditakdirkan sebagai sahabat penyebrangan bagi para pejalan kaki.

Padahal dengan tertibnya lo menaati peraturan, lo juga bakal merasakan nikmatnya berkendara. Lo bisa menghargai hak para pejalan kaki, lo bisa liat – liat yang sedang menyebrang, siapa tau Jill Gladys lewat lagi nyebrang, kan siapa yang tau ya kan? Kebayang gak kalo gak ada yang namanya zebra cross? Gua berani jamin lo bakal bete tanpa adanya zebra cross. Kenapa? Yaiyalah, ketika lo berhenti karena dipaksa oleh lampu lalu lintas, lo Cuma diem meratapi jalan yang gitu – gitu aja. Belum lagi yang paling sial, pas lo lagi berhenti, motor depan lo pake knalpot yang udaranya nembak pas banget ke muka lo. Wah jangan dibayangin, gak enak.. asli!


Farhan.

Rabu, 25 Maret 2015

Antara Menggerakkan dan Digerakan

Halo!
Sekarang jam 2 pagi. Menurut jam di komputer gua sih itu juga. Tapi gua bakal ngepost tulisan ini mungkin sekitar 7 atau 8 jam setelahnya mungkin ya? Kali ini, apa yang bakal gua bahas? Hehe.. oiya, tulisan tentang cerita perjalanan tugas akhir gua belum selesai. Kayaknya tulisan itu bakal selesai setelah gua wisuda nanti, alias 8 bulan lagi.. zzz. Dan di tulisan ini, mending gua bahas bahasan yang lain gitu ya? Ok.

Gini, sore tadi gua lagi asik nunggu makanan dateng di salah satu warung makan di Kuningan. Sempet nengok kanan kiri depan bawah, yang gua liat hampir semua sama. Apa yang gua liat saat itu emang gak cuma terjadi di sana aja. Tapi juga di tempat – tempat lainnya. Emang apa sih yang gua liat? (Lah malah nanya..) Ok, yang gua liat adalah orang – orang sedang kumpul tapi sibuk dengan gadget. Gak aneh ya? Menurut gua itu aneh. Aneh banget malah. Gak munafik, karena gua juga pernah menggunakan gadget selagi kumpul bersama temen – temen.

Gadget hari ini udah dibuat semenarik mungkin untuk memikat masyarakat. Hingga tanpa di sadari lagi kalo gadget itu udah memperbudak kita. Masa? Iya sih kayaknya, tapi beneran iya. Memang sedikitnya ada 2 masalah kenapa gadget itu bisa mencoba memperbudak penggunanya. Pertama, hadirnya koneksi internet gratis di tempat makan atau tempat nongkrong sepertinya bukan mendatangkan keceriaan yang dicari dari kumpul sama temen – temen. Malah itu membuat lo sibuk sendiri dengan dunia lo. Kedua, game yang lo pasang di gadget itu menurut gua terlalu canggih untuk di konsumsi masyarakat kita. Kok gitu? Sekarang kembali gua tanya, yang memainkan permainan itu lo atau game tersebut.. hehe.

Belum lagi ketika gadget lo itu butuh makanan alias tenaga baterai. Lo bakal dikerjain sama tuh benda kecil buat nyari jodoh colokan demi ketentraman lo beserta dunia lo itu. Kenapa? Mau bilang, “kan ada powerbank” ?? lo bisa bayangin ketika powerbank pun gak mampu lagi menampung nafsu lo, trus lo rela beli genset terus lo bawa kemana pun lo pergi? Itu kalo cuma lo aja, gimana kalo ada ratusan ribu orang yang berfikiran sama dengan lo...... zzz, gak usah dibayangin.. siapa juga yang mau bayangin.

Ya gitulah masyarakat hari ini. Semoga kalian yang membaca tulisan gua kali ini bisa sedikit mengurangi penggunaan gadget saat lo sedang berkumpul bersama temen – temen.

Farhan.