Sabtu, 22 November 2014

Oh Ternyata, Vinyl..

Beberapa bulan yang lalu, asik ngobrol-ngobrol sama seorang teman yang ternyata sedang "penasaran" dengan hal yang sama. Piringan Hitam atau lebih dikenal dengan Vinyl kini sedang kembali menjamur. Saat itu juga gua mulai "penasaran" dengan kualitas suara yang dihasilkan oleh piringan hitam tersebut. Sebagian orang mungkin berkata kembali menjamurnya rilisan piringan hitam ini hanya sebagai trend yang bakal lewat aja, tapi jauh dari pikiran tersebut, memang kenyataannya kualitas lah yang membuat vinyl kembali diburu.

setelah penasaran, gua coba berjalan - jalan ke tempat yang menjual vinyl. walaupun gua bukan seorang kolektor (bahkan turntable aja gak punya hehe)tapi demi rasa penasaran ini akhirnya gua pergi ke Blok M. Disana banyak yang menjual piringan hitam yang dirilis dari tahun 50-an sampe yang sekarang ini. Setelah gua melihat - lihat, gua pun beranikan buat menyentuh (yaelah haha).

Gua bakal memilih 2 point penting yang mungkin bisa menjawab pertanyaan "mengapa vinyl?". Ok berikut ini 2 point utama "Mengapa Vinyl?" versi gua pribadi.

1. Kualitas Suara
Kualitas suara yang dihasilkan oleh suatu vinyl benar-benar berbeda dari biasa yang didengar lewat rilisan CD atau digital sekalipun. Ok, yang gua bicarakan ini adalah rilisan tahun 70-an kebawah. Dari hasil pendengaran gua, kualitas yang dihasilkan vinyl itu memang benar - benar murni. Jika diibaratkan dengan suatu lukisan, "detail" nya sangat kena. Bisa dibilang bentuk rilisan mendukung karakter dari sebuah karya musik. Jadi kalau ingin membuat suatu karya musik dengan sentuhan vintage, vinyl adalah bentuk rilisan terbaik untuk karya musik anda. Hehe, bukan berarti jenis musik lain gak cocok. Kalo membayangkan rilisan Johnny Horton misalnya, jika kita dengar versi piringan hitam nya akan lebih "asli". dimana detail suara rekamannya pun bakal lebih terasa. tentu esensi nya beda ketika kita mendengarkannya versi CD atau digitalnya.

2. Artwork Cover
Bukan hanya vinyl, dari awal rilisan tape pun gua sangat tertarik pada sampul dari setiap rilisan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa gua suka membeli rilisan fisik dibanding digital. Nah, di rilisan vinyl ini (terutama rilisan tahun 70-an kebawah) memiliki keunikan tersendiri. Mungkin bukan unik yah, tapi lebih kepada menjelaskan. Disana kalian bakal temukan sedikit cerita tentang album / EP mereka, bahkan juga ada yang menuliskan cerita tentang setiap tracknya. Juga dibagian credits, dalam cover piringan hitam kita bakal melihat penjelasan di mana album ini di rekam, mixing dan mastering. Sepintas mungkin terlihat sama seperti rilisan CD sekarang - sekarang ini. Perbedaan tersebut terlihat ketika rilisan sekarang lebih menyederhanakannya. Intinya sih sama, namun dengan pengutaraan yang berbeda.

yak! itulah 2 point yang mungkin bisa menjelaskan "Mengapa sih orang - orang berburu vinyl?" versi gua. Berburu rilisan fisik itu seru. Vinyl adalah suatu bukti bahwa sebuah rilisan karya musik juga memiliki "harga". Jadi, bukan cuma menikmatinya dengan cara mendownload bebas. Hehe tenang kok, gua pribadi juga masih suka download. Jangan lupa, download juga ada yang legal dan ilegal hehe.

sekali lagi, tulisan yang kalian baca ini adalah sesuai apa yang gua lihat dan gua coba utarakan dengan kaca mata gua pribadi, yaa walaupun gua gak memakai kaca mata sih xp.

thank you..
Farhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar