Senin, 29 Februari 2016

Fatrace Bali Tour 2016

Banyak cara yang dilakukan oleh sebuah band untuk mempromosikan musiknya. Salah satu yang lumrah ialah melakukan tur. Tur ini bertujuan untuk mengenalkan band dan musiknya. Bisa dibilang, tur adalah suatu yang wajib dilakukan bagi setiap band. Akan tetapi, melakukan tur gak semudah apa yang dilihat. Sebuah tur akan memakan banyak proses.

Alhamdulillah, Fatrace akhirnya bisa melakukan tur ke Bali pada pertengahan Februari yang lalu. Demi memperkenalkan Fatrace dan EP barunya, kami menabung dan mencari teman untuk melakukan tur ini. Sebelum EP ini resmi dirilis, gua dan Fatrace merencanakan tur ke 2 Kota yakni, Solo dan Bali. Namun Solo urung dilaksanakan karena venue yang di rencanakan sedang dalam renovasi dan pihak sana enggan untuk mencarikan venue baru. setelah usaha pendekatan beberapa kali dilakukan, hasil tak digubris. Mau gimana lagi? Fatrace bukan band besar dan lagunya gak enak, jadi kami gak bisa melakukan apa-apa lagi, hehe.

Berbeda dengan Bali, kami sangat beruntung bisa diberi kesempatan untuk bisa tampil di 2 tempat. Sebelumnya, kami hanya resmi untuk tampil di 1 tempat. Eko Ramone dari The Sneakers merubah itu semua. Dia memasukan nama Fatrace untuk tampil bersama di sebuah bar di Canggu. Akhirnya, kami resmi untuk menambah jadwal tampil 7 hari sebelum keberangkatan.

17 Februari 2016, Broadcast Bar.
Jadi pemberhentian pertama di Bali. Di apit oleh band-band keren lainnya, Fatrace gak bakal mau mengecewakan mas Eko selaku orang dibalik bisa nya kami main di tempat ini. 3 band sebelum kami yakni, Racun Timur Menggoda, Superstar Superfuck dan Airplane And The Stars membuka Bar dengan meriah. Sangat gila! musik mereka hampir masing-masing berbeda namun crowd tetap ramai. Dan ketika giliran itu datang kepada kami, sangat kaget, karena ini pertama kalinya kami main di Bali dan sambutan mereka sangat gila. Tampil sebelum band utama (The Sneakers), membuat gua pribadi agak sedikit nervous dan ingin segera menyelesaikan set agar teman-teman yang hadir bisa cepat melihat The Sneakers tampil. 25 menit yang tersedia hanya kami habiskan sekitar 17 menit dengan 9 lagu.

18 Februari, Twice Bar.
Saat kami sedang bersiap tampil di Broadcast Bar, datang berita mengejutkan dari pemilik instagram bernama @jrxsid yang juga pemilik dari Twice Bar. Dalam postingan instagramnya ia berkata bahwa Twice akan tutup. terkejut, karena kami gak tau bagaimana gigs besok yang akan dilangsungkan di Twice? apakah batal? Pertanyaan itu terjawab ketika mas Eko selaku mantan pegawai Twice yang berkata bahwa The Sneakers akan ikut berpartisipasi dalam acara besok dengan Fatrace. Berbeda dengan kata-kata mas Eko, pengelola Twice belum menurunkan pamflet acara hingga akhirnya jam 6 siang pamflet itu turun. Dalam acara itu kami berbagi panggung dengan Hasta La Vista, Monarchy Of Rose dan The Sneakers. Bahagia sudah pasti, karena salah satu mimpi untuk bermain di bar ini pun tercapai. Pasti sudah banyak yang tampil di bar ini. Bar yang menghasilkan banyak band bawah tanah di Bali. Fatrace dan gua pribadi sangat senang pernah bermain di tempat ini. Twice mungkin akan tutup, tapi semangat mereka untuk memberikan ruang kepada band-band kecil akan terus ada dan menyebar kepada setiap pelaku musik.

Yang paling berharga dalam pelaksanaan tur adalah, banyaknya teman yang kita dapat. Bisa kenal dengan teman-teman baru adalah suatu kebahagian tersendiri. Kami sangat senang bisa bertemu dengan teman-teman baru, teman-teman musisi hebat seperti mas Eko Ramone dan The Sneakers, dan teman-teman band lainnya. Banyak juga pelajaran yang di dapat. Setuju dengan perkataan mas Eko bahwa, "mungkin tempat ini kecil, tapi fun nya besar. Biarlah band yang besar tetap disana, dan kita disini sama-sama mencari ruang untuk musik kita sendiri". Karena goal dari bermain musik bukanlah berfoto diatas panggung dengan latar crowd penonton yang belum tentu juga kenal kalian, hehe. Gua lebih menyukai apa yang dilakukan oleh Jo Se Ho, komedian asal Korea Selatan yang melakukan fan meeting di Taiwan. Yang ia lakukan setelah acara selesai adalah memotret seluruh crowd dari tangkapan kameranya sendiri dan mencetak nya diatas kaos lalu memakainya di sebuah variety show, hehe. Kurang nyambung? ya itu gimana kalian aja menanggapinya hehehe.


Terimakasih Bali atas pengalaman dan ceritanya. Semoga bisa cepat kesana lagi. Dan semoga perlawanan terhadap penguasa yang rakus bisa mencapai kemenangan. Buat apa mereklamasi kalau hanya untuk demi menyerupai negara lain. Bali Tolak Reklamasi!

Farhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar